Tampilkan postingan dengan label Belajar Menghitung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menghitung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2016

Hitungan Listrik

Salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah pengertian mengenai daya listrik PLN. Ada beberapa pertanyaan seperti ini : “Listrik PLN di rumah saya 1300Watt, mengapa…dst”. Dan selalu kita koreksi dengan 1300VA. Perbedaannya adalah satuan VA dan Watt. Apa perbedaannya dan mengapa digunakan satuan VA?
Pembahasannya kita mulai dari teori dasar listrik mengenai daya. Daya listrik merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Dalam sistem listrik arus bolak-balik, dikenal adanya 3 jenis daya yaitu :
1. Daya Nyata (simbol : S; satuan : VA (Volt Ampere))
2. Daya Aktif (symbol : P; satuan : W (Watt))
3. Daya Reaktif (symbol : Q; satuan : VAR (Volt Ampere Reaktif))
Daya Aktif adalah daya yang digunakan untuk energi kerja sebenarnya. Daya inilah yang dikonversikan menjadi energi tenaga (mekanik), cahaya atau panas. Satuan daya aktif adalah Watt.
Daya Reaktif adalah daya yang digunakan untuk pembangkitan fluks magnetik atau medan magnet. Satuannya adalah VAR. Contoh peralatan listrik yang memerlukan daya reaktif adalah motor listrik atau dinamo, trafo, ballast lampu yang konvensional dan peralatan listrik lain yang menggunakan proses induksi listrik lilitan untuk operasinya.
Daya Nyata dengan satuan VA adalah total perkalian antara arus dan tegangan pada suatu jaringan listrik atau penjumlahan dengan metode trigonometri dari daya aktif dan reaktif dalam segitiga daya.
Hubungan antara ketiga jenis daya ini digambarkan dalam segitiga daya.
Segitiga Daya Listrik
Gambar Segitiga Daya Listrik


Sekarang kita lihat rumus yang menghubungkan ketiga daya tersebut . Rumus untuk daya nyata adalah perkalian antara arus dan tegangan, yaitu :

S=V.I

Dimana :
S = Daya Nyata (VA)
V = Voltage / Tegangan (Volt)
I = Arus (Ampere)
Sedangkan hubungan antara daya nyata dan daya aktif dapat dihitung dengan rumus trigonometri sebagai berikut:

Cos φ=P/S

P=S x Cosφ

P=V x I x Cos φ

Dimana :
P = Daya Aktif (Watt)
S = Daya Nyata (VA)
Dengan rumus segitiga phytagoras dapat juga dituliskan :

S=√(P^2+Q^2 )

Cos ϕ adalah perbandingan antara daya aktif (P) dan daya nyata (S) dan dikenal dengan faktor daya listrik (PF : Power Factor). Nilai Cos ϕ yang digunakan PLN adalah sebesar 0.8.
Itu teori listriknya, bagaimana dengan aplikasinya untuk instalasi listrik perumahan?
Daya nyata (S) dengan satuan VA digunakan untuk perhitungan besarnya daya listrik terpasang dari PLN di rumah pelanggan. Hal ini karena PLN hanya memasang MCB sebagai pembatas daya listrik pada kWh-meter. Contohnya pada suatu rumah dipasang MCB 6A dengan tegangan 220V maka daya terpasang pelanggan tersebut adalah 6A x 220V = 1320VA atau dibulatkan 1300VA.
Daya listrik terpasang PLN yang lainnya (yang paling umum) adalah 450VA, 900VA, 2200VA, 3500VA, 4400VA.
Daya aktif (P) dengan satuan Watt digunakan untuk mengetahui berapa daya listrik yang bisa digunakan untuk peralatan listrik oleh konsumen. Dari rumus daya aktif diatas maka dari besarnya daya terpasang 1300VA tersebut bisa dihitung daya aktifnya.
Dengan Cos ϕ sebesar 0.8 maka dengan daya terpasang 1300VA, daya aktifnya (P) sebesar 6A x 220V x 0.8 = 1056 Watt.
Apa artinya 1300VA dan 1056Watt?
Setiap peralatan listrik di rumah sebenarnya hanya mencantumkan nilai daya listrik dalam Watt, yang merupakan daya aktif. contohnya mesin jetpump 150Watt, lampu TL 20Watt, AC 300Watt dan lain-lain. Bila semua peralatan listrik tersebut dipakai, maka total maksimum daya yang mampu disediakan hanya 1056Watt (bila rumah tersebut berlangganan listrik 1300VA).
Dalam nilai 1300VA (S) dan 1056Watt (P), terdapat daya reaktif (Q). Perhitungan secara trigometri, dengan faktor daya sebesar 0.8 akan menghasilkan nilai Q = 792VAR. Daya reaktif ini digunakan untuk pembangkitan medan magnet pada peralatan listrik yang bersifat induksi seperti mesin air, kipas angin, ballast lampu, AC dll.
Contoh, pada mesin air tertulis dayanya 150Watt, maka daya 150 Watt tersebut akan dikonversikan oleh motor listrik / dinamo mesin air menjadi tenaga. Untuk menghasilkan daya kerja 150Watt tersebut, mesin air akan menyerap daya nyata sebesar 150Watt/0.8 = 187,5VA. Daya reaktif sebesar 112.5VAR digunakan untuk pembangkitan medan magnet pada motor listrik.
Bagaimana perhitungan daya listrik oleh PLN?
Untuk pelanggan perumahan, hanya penggunaan daya aktif dalam satuan watt yang dihitung oleh PLN. Karena itu alat pengukurnya disebut kWh-meter (kiloWatt Hour meter). Besarnya daya reaktif tidak dihitung karena faktor daya untuk listrik perumahan masih ditoleransi dalam angka 0.8. Berbeda dengan listrik industry dimana terpasang kVARh-meter (Kilo-VAR hour meter) untuk menghitung besarnya pemakaian daya reaktif, dimana jika penggunaannya melebihi batas maka akan kena pinalti oleh PLN.
Apa pentingnya kita mengetahui perbedaan antara daya listrik dalam Watt dan VA?
Misalkan kita mempunyai peralatan listrik dengan total daya 1200Watt, maka besarnya daya listrik PLN tidak akan cukup dengan 1300VA (rating MCB 6A). Dengan faktor daya 0.8 maka akan didapat daya nyata sebesar 1200/0.8 = 1500VA. Sehingga daya listrik PLN yang terdekat adalah 2200VA (sesuai dengan rating MCB-nya yaitu 10A). Dari angka 2200VA maka selanjutnya kita bisa menentukan besarnya kapasitas instalasi listrik, terutama kabel listrik, minimal adalah 10A atau 2200VA.
Jadi satuan Watt lebih digunakan untuk menghitung besarnya penggunaan daya listrik pada peralatan dan satuan VA digunakan untuk menghitung kapasitas terpasang instalasi listrik, mulai dari MCB dan penghantarnya.
Tentunya masih ada lagi pertanyaan selanjutnya : Apakah angka faktor daya sebesar 0.8 bisa berubah? Dan apakah pengaruh daya reaktif bisa merugikan? Kita akan bahas pada artikel selanjutnya. Mudah-mudahan artikel yang singkat ini bisa mencerahkan dan bermanfaat.
ILR-Team

Volt-amps to kVA calculation formula

Kekuatan S (Daya) jelas dalam kilovolt-ampere (kVA) adalah sama dengan kekuatan S (Daya) jelas dalam volt-amp (VA), dibagi dengan 1000:
S(kVA) =  S(VA) / 1000



Sebagai contoh, lampu dengan daya 8 watt yang dipasang pada voltase (beda potensial) 220 V akan memerlukan arus listrik sebesar 0,0363636 A atau 36,3636 mA :

8\,\mbox{W} =  220\,\mbox{V} \cdot 0,0363636\,\mbox{A}
READ MORE...

Senin, 11 Januari 2016

RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING BANGUN DATAR

Cara menghitung luas dan keliling suatu bangun datar adalah bagian paling dasar dalam ilmu GEOMETRI.
Jadi penguasaan rumus dasar tentang bangun datar menjadi sangatlah penting untuk dikuasai seseorang untuk bisa menghitung dan menentukan ukuran bangun dan bentuk yang lebih kompleks.

Berikut ini saya sajikan cara menghitung luas dan keliling bujur sangkar, belah ketupat, lingkaran, segitiga dan bangun datar lainnya secara detail dan sejelas jelasnya. 

1. RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING BUJUR SANGKAR

Adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi sama panjang dan keempat sudutnya 90 derajat (siku siku).
bujur-sangkar.jpg
Cara menghitung luas dan keliling bujur sangkar adalah :
Luas = sisi x sisi (sisi kuadrat).
Keliling =4 x sisi. 

2. RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING PERSEGI PANJANG

persegipanjang.jpg
Luas = panjang x lebar.
Cara menghitung luas dan keliling persegi panjang adalah :
L = p x l
Keliling = 2 x (panjang + lebar)
K = 2(p + l)

3. RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING BELAH KETUPAT
 
Belah ketupat mempunyai 4 rusuk yang sama panjang seperti bujur sangkar.
Akan tetapi tidak sama panjang diagonalnya.
belahketupat.jpg
Cara menghitung luas dan keliling belah ketupat adalah :
Luas = 1/2 (diagonal x diagonal)
L = 1/2(dxd)

4. RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING JAJARAN GENJANG
 
Jajaran genjang memiliki rusuk yang sama dengan persegi panjang tetapi sudut studutnya tidak siku siku (90') seperti persegi panjang.
jajargenjang.jpg
Cara menghitung luas dan keliling jajaran genjang adalah :
Luas = a x t
Dimana a adalah rusuk AB , dan t adalah garis bantu yang membentuk sudut 90' terhadap rusuk AB (lihat gambar)
Keliling = 2x (panjang AB+BC)

5. RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING LINGKARAN
 
lingkaran.jpg
Cara menghitung luas dan keliling lingkaran adalah :
Luas = π.r2
π= Pi adalah sebuah angka tetap 3,14 atau 22/7.
Keliling = 2π.r atau π.D
r adalah jari jari
D adalah diameter lingkaran.

6. RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING SEGITIGA
 
a. RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING SEGITIGA SIKU SIKU
s3siku.jpg
Cara menghitung luas dan keliling segitiga siku siku adalah :
Luas = 1/2 x panjang x lebar
(1/2 x p x l )
Keliling = panjang + lebar + sisi miring.
Untuk menghitung panjang sisi miring digunakan phytagoras.
Yakni a2+b2=c2 dimana a2 dan b2 adalah sisi siku siku dan c2 adalah sisi miring.
b. RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING SEGITIGA TAK BERATURAN
s3takbrtrn.jpg
Untuk menghitung segitiga tak beraturan harus menggunakan garis bantu membuat sudut bantu siku siku.
Luas segitiga ABC diatas = luas bidang G + H.
Garis "y" adalah garis bantu agar terbentuk sudut 90' pada titik sudut D.
Demikian juga untuk menghitung kelilingnya harus mencari dulu panjang sisi dengan bantuan garis bantu yang membentuk sudut 90' berdasarkan bidang G dan H untuk mencari rusuk sisi miring dulu.

7. RUMUS CARA MENGHiTUNG LUAS DAN KELILING TRAPESIUM
 
trapesium.jpg
Trapesium adalah bangun segitiga sama sisi yang terpancung pada sudut tempat bertemunya sisi yang sama panjang.
Luas Trapesium adalah 1/2 dari panjang kedua sisi sejajar x tinggi.
Dapat dituliskan :
L = 1/2(AB + CD) X t .
Saya akan terus update dan menambahkan matematika dalam postingan selanjutnya.
Semoga dapat membantu dan mengingatkan yang sudah lupa pelajaran matematika

8.  RUMUS LAIN CARA MENGHITUNG LUAS SEGITIGA SEMBARANG (tak beraturan)























S= keliling segitiga
 Dinyatakan S = keliling segitiga ABD
READ MORE...

Minggu, 10 Januari 2016

Tangga Konversi Satuan Ukuran Panjang dalam Matematika

Ayo amri berhitung:



Urutan jarak:
- milimeter (mm)
- centimeter (cm)
- decimeter (dm)
- meter (m)
- dekameter (dam)
- hektometer (hm)
- kilometer (km).

 





Urutan berat:
- miligram (mg)
- gram (g)
- kilogram (kg)
- ton (=1000 kg)
READ MORE...

Sabtu, 14 November 2015

Rumus Menghitung Penjualan Bunga Harga dan Persen harga

  • untuk menghitung angsuran berapa perbulan tampa bunga yaitu sebagai berikut:
    rumus:

     Angsuran perbulan = uang pinjam/lama angsuran

    contoh:

    seorang peminjam utang meminjam uang sebesar Rp.500.000 rupiah selama 6 bulan. Berapa uang yang harus dibayar perbulannya tampa bunga?

    dik:
    uang pinjam = 500.000
    lama angsuran = 6 bulan

    dit: angsuran perbulan=?

    angsuran perbulan = 500000/6
                                  = 83.333,33
    dibulatkan             = 84.000

    jadi angsurannya perbulan tampa bunga yaitu = Rp.84.000

  • untuk menghitung jumlah Harga yang diberikan suku Bunga untuk mendapatkan keuntungan harga

    rumus:
    H+B=(jumlah Harga/(100% - Bunga)) x 100%

    contoh:

    sebuah baju dengan harga 20.000 diberikan suku bunga 20 % berapa harga setelah diberi suku bunga?
    jawab:

    =(20000/(100%-20%)) x 100%
    =(20000/80%) x 100%
    =2.000.000 / 80
    =25.000


    jadi harga baju setelah diberi bunga = Rp. 25.000
  • Rumus mencari Persentase kenaikan harga barang

    Bunga =100% - ((harga pokok/harga jual) x 100%)

    contoh:
    sebuah baju sebelum diberi bunga harga Rp.20.000 dan setelah diberi bunga harga menjadi Rp.25.000 berapa persentase bunga harga baju tersebut setelah diberi bunga?

    jawab:

    =100% - ((20000/25000) x 100%))
    =100% - (0,80 x 100 %)
    =100% - 80 %
    =20 %

    jadi persentase bunga tersebut adalah 20%

    ato bisa menggunakan rumus:
    Bunga = 100% x (1-(20.000 : 25.000))
    =100 % x 0,2
    =20 %

    Atau
    Bunga= 100% x ((25.000 : 20.000)-1)
    = 100% x 0,2
    =20%
  •  Rumus untuk menurunkan harga dengan menggunakan suku bunga
    rumus:
    harga pokok =harga jual - (harga jual x bunga)

    contoh:

    sebuah rumah dijual dengan harga Rp. 700 jt dan sudah termasuk bunganya 10 %. berapa harga sebenarnya?

    = 700.000.000 - (700.000.000 x 10/100)
    = 700.000.000 - 70.000.000
    = 630.000.000

    atau bisa menggunakan rumus:

    rumus:
    Harga pok = harga jual x (1- bunga)

    contoh:

    sebuah rumah dijual dengan harga Rp. 700 jt dan sudah termasuk bunganya 10 %. berapa harga sebenarnya?

    harga = 700.000.000 (1 - 10/100)

    =700.000.000 (90/100)
    =700.000.000 x 0,9
    =630.000.000

    berarti harga rumah sebelum ada bunganya adalah Rp.630.000.000

READ MORE...

Selasa, 08 September 2015

Materi Kelas 4 : Rumus Menghitung Skala, Jarak Sebenarnya, dan Jarak Pada Peta

Gambar Skala
Gambar Skala
Pada kurikulum 2013 Materi mengenai Skala diberikan pada kelas 4 SD semester 2. Berikut ini GLH memberikan beberapa rumus untuk menjawab soal mengenai Skala. 
Seperti yang kita ketahui setiap peta harus ada mata angin, legenda, dan skala. Salah satunya adalah skala. Skala adalah angka perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya. Misalnya pada peta tertera skala 1 : 2000000, artinya setiap 1Cm di peta mewakili 2000000 Cm di lapangan. Adapun untuk rumus untuk mencari skala (S) , jarak pada peta (JP), dan jarak sebenarnya (JS) adalah sebagai berikut:

Berikut ini rumus untuk menentukan SKALA
SKALA = JARAK PADA PETA : JARAK SEBENARNYA
Rumus Mencari Skala
Rumus Skala
Hasil dari skala adalah 1 : X 
Contoh soal.
  1. Jarak kota A dengan kota B adalah 700 Km, sedangkan jarak pada peta adalah 20 Cm. Hitunglah skala jarak kota tersebut!
Jawaban
Diketahui
Jarak pada peta = 20 Cm
Jarak sebenarnya = 700 Km = 70.000.000 Cm (1 Km = 100000 Cm)
Ditanyakan : Skala = ...?
Jawab:
Skala = Jarak Pada Peta : Jarak Sebenarnya
         = 20 Cm : 700 Km
         = 20 Cm : 70.000.000 Cm
         = 1 : 3.500.000
Jadi skalanya adalah 1 : 3.500.000



Berikut ini rumus untuk mencari / menentukan JARAK SEBENARNYA

Jarak sebenarnya = jarak pada peta / skala

atau

JARAK SEBENARNYA = SKALA X JARAK PADA PETA

Rumus Jarak Sebenarnya
Rumus Jarak Sebenarnya

Contoh soal.
  1. Pada peta tertera skala 1 : 3.000.000 . Jika jarak antara kota A dengan kota B pada peta adalah 15 Cm. Berapakah jarak sebenarnya kota tersebut?

Jawaban
Diketahui
Skala = 1 : 3.000.000
Jarak pada peta = 15 Cm
Ditanyakan :  Jarak sebenarnya = ...?
Jawab :
Jarak sebenarnya = Skala x Jarak Pada Peta
                             = 3.000.000 x 15 Cm
                             = 45.000.000 Cm
                             = 450 Km
Jadi jarak kota A dengan kota B sebenarnya adalah 450 Km



Berikut ini rumus untuk mencari / menentukan JARAK PADA PETA

JARAK PADA PETA = JARAK SEBENARNYA : SKALA

Rumus Jarak Pada Peta
Rumus Jarak Pada Peta










Contoh soal.
  1. Jika jarak antara kota A dengan kota B adalah 750 Km, dan skala pada peta adalah 1 : 5.000.000 . Berapa jarak kota A dengan kota B pada peta?
Jawaban
Diketahui
Jarak sebenarnya =  750 Km = 75.000.000 Cm
Skala = 1 : 5.000.000
Ditanyakan : Jarak pada peta = ...?
Jawab
Jarak pada peta = Jarak Sebenarnya : Skala
                         = 750 Km : 50.000.000
                         =  75.000.000 Cm : 5.000.000
                         =  15 Cm
Jadi, jarak kota A dengan kota B pada peta adalah 15 Cm

Semoga bermanfaat!
READ MORE...